Pengaturan lanjutan
Email, WhatsApp, dan notifikasi otomatis
Hubungkan akun email dan WhatsApp milik pondok, lalu nyalakan pesan otomatis ke wali: pembayaran diterima, tagihan, absen, izin, sakit, paket, dan lainnya.
Menghubungkan email pondok#
Pondok berlangganan langsung ke penyedia email pilihannya; Santrinesia tidak menjual kuota. Kunci disimpan terenkripsi dan tidak pernah ditampilkan lagi.
- Buka Komunikasi › Email & notifikasi
- Pilih "Penyedia email"SMTP sendiri (server email pondok atau hosting), SendGrid, Mailchimp Transactional, Mailgun, Amazon SES, atau Brevo.
- Isi data dari penyediaServer SMTP, port, keamanan, nama pengguna, dan kata sandi atau API key, seperti petunjuk di bawah tiap kolom. Lalu alamat pengirim (misalnya tu@domainpondok.sch.id) dan nama pengirim.
- Simpan, lalu klik "Kirim email uji"Isi alamat di "Kirim ke" dan klik "Kirim uji". Bila email masuk, akun siap dipakai.
Akun email per lembaga#
Lembaga yang punya akun email sendiri (misalnya MTs) bisa mengisinya di bagian lembaganya. Pesan tentang santri dan pendaftar lembaga itu dikirim dari akun lembaga; bagian yang dikosongkan memakai akun yayasan.
Menghubungkan WhatsApp Business (otomatis)#
Untuk pesan WhatsApp otomatis, pondok memakai akun WhatsApp Business Platform (Cloud API) miliknya sendiri. Biaya pesan ditagih Meta atau mitranya ke pondok.
- Di bagian WhatsApp Business (otomatis), isi Phone Number IDAda di WhatsApp Manager › API Setup. Ini angka, bukan nomor HP.
- Isi Access tokenToken permanen (system user) dari Meta Business.
- Isi Nama template dan Kode bahasa templateTemplate kategori utilitas yang sudah disetujui Meta, misalnya pengumuman_pondok, dengan kode bahasa persis seperti di WhatsApp Manager (misalnya id).
- Urutkan "Isi variabel template"Sesuaikan dengan {{1}}, {{2}}, dan seterusnya di badan template: nama wali, nama santri, nama pondok, judul pesan, atau isi pesan. Klik "Tambah variabel" bila perlu.
- Kirim pesan ujiIsi "Nomor HP tujuan uji" lalu kirim. Status berubah menjadi Terhubung.
Menyalakan notifikasi otomatis#
Di bagian "Notifikasi otomatis ke wali" ada daftar kejadian. Semuanya mati sampai Anda menyalakannya.
- Pilih kejadianMisalnya Pembayaran diterima, Tagihan terbit, Pengingat jatuh tempo, Pengingat tunggakan, Santri keluar atau kembali ke pondok, Santri alpa, Santri sakit, Paket santri diterima, Pelanggaran/prestasi dicatat.
- Klik "Ubah pesan"Judul dan isi sudah berisi contoh. Sisipkan data agar setiap wali menerima pesan untuk anaknya sendiri, misalnya nama santri, jumlah tagihan, atau nomor kwitansi.
- Pilih "Cara kirim"Langsung (satu pesan untuk setiap kejadian) atau Ringkasan harian (kejadian hari itu digabung menjadi satu pesan per santri).
- Untuk pengingat, isi jumlah hariMisalnya 3 hari sebelum jatuh tempo; 0 berarti pada hari jatuh tempo.
- Nyalakan "Aktif" lalu simpan
Memeriksa pesan yang terkirim#
Pesan otomatis yang sudah dikirim tampil di Komunikasi › Notifikasi otomatis, lengkap dengan statusnya. Pengumuman manual tampil di Komunikasi › Pengumuman.
Masih bingung? Chat tim Santrinesia lewat tombol WhatsApp di pojok halaman.