Pengaturan lanjutan

Email, WhatsApp, dan notifikasi otomatis

Hubungkan akun email dan WhatsApp milik pondok, lalu nyalakan pesan otomatis ke wali: pembayaran diterima, tagihan, absen, izin, sakit, paket, dan lainnya.

Untuk: Admin pondok± 12 menit

Menghubungkan email pondok#

Pondok berlangganan langsung ke penyedia email pilihannya; Santrinesia tidak menjual kuota. Kunci disimpan terenkripsi dan tidak pernah ditampilkan lagi.

  1. Buka Komunikasi › Email & notifikasi
  2. Pilih "Penyedia email"SMTP sendiri (server email pondok atau hosting), SendGrid, Mailchimp Transactional, Mailgun, Amazon SES, atau Brevo.
  3. Isi data dari penyediaServer SMTP, port, keamanan, nama pengguna, dan kata sandi atau API key, seperti petunjuk di bawah tiap kolom. Lalu alamat pengirim (misalnya tu@domainpondok.sch.id) dan nama pengirim.
  4. Simpan, lalu klik "Kirim email uji"Isi alamat di "Kirim ke" dan klik "Kirim uji". Bila email masuk, akun siap dipakai.

Akun email per lembaga#

Lembaga yang punya akun email sendiri (misalnya MTs) bisa mengisinya di bagian lembaganya. Pesan tentang santri dan pendaftar lembaga itu dikirim dari akun lembaga; bagian yang dikosongkan memakai akun yayasan.

Menghubungkan WhatsApp Business (otomatis)#

Untuk pesan WhatsApp otomatis, pondok memakai akun WhatsApp Business Platform (Cloud API) miliknya sendiri. Biaya pesan ditagih Meta atau mitranya ke pondok.

  1. Di bagian WhatsApp Business (otomatis), isi Phone Number IDAda di WhatsApp Manager › API Setup. Ini angka, bukan nomor HP.
  2. Isi Access tokenToken permanen (system user) dari Meta Business.
  3. Isi Nama template dan Kode bahasa templateTemplate kategori utilitas yang sudah disetujui Meta, misalnya pengumuman_pondok, dengan kode bahasa persis seperti di WhatsApp Manager (misalnya id).
  4. Urutkan "Isi variabel template"Sesuaikan dengan {{1}}, {{2}}, dan seterusnya di badan template: nama wali, nama santri, nama pondok, judul pesan, atau isi pesan. Klik "Tambah variabel" bila perlu.
  5. Kirim pesan ujiIsi "Nomor HP tujuan uji" lalu kirim. Status berubah menjadi Terhubung.

Menyalakan notifikasi otomatis#

Di bagian "Notifikasi otomatis ke wali" ada daftar kejadian. Semuanya mati sampai Anda menyalakannya.

  1. Pilih kejadianMisalnya Pembayaran diterima, Tagihan terbit, Pengingat jatuh tempo, Pengingat tunggakan, Santri keluar atau kembali ke pondok, Santri alpa, Santri sakit, Paket santri diterima, Pelanggaran/prestasi dicatat.
  2. Klik "Ubah pesan"Judul dan isi sudah berisi contoh. Sisipkan data agar setiap wali menerima pesan untuk anaknya sendiri, misalnya nama santri, jumlah tagihan, atau nomor kwitansi.
  3. Pilih "Cara kirim"Langsung (satu pesan untuk setiap kejadian) atau Ringkasan harian (kejadian hari itu digabung menjadi satu pesan per santri).
  4. Untuk pengingat, isi jumlah hariMisalnya 3 hari sebelum jatuh tempo; 0 berarti pada hari jatuh tempo.
  5. Nyalakan "Aktif" lalu simpan

Memeriksa pesan yang terkirim#

Pesan otomatis yang sudah dikirim tampil di Komunikasi › Notifikasi otomatis, lengkap dengan statusnya. Pengumuman manual tampil di Komunikasi › Pengumuman.

Masih bingung? Chat tim Santrinesia lewat tombol WhatsApp di pojok halaman.