Pengaturan lanjutan
Template dokumen dan kop surat
Buat surat keterangan, kwitansi, invoice, atau surat izin sendiri: kop, isi, data yang terisi otomatis, dan tanda tangan. Sekali dibuat, tinggal cetak dari data santri.
Membuat template baru#
- Buka Master data › Template dokumen, klik "Buat template"
- Pilih "Dokumen untuk"Santri, Wali santri, Pegawai, Lembaga, Pendaftar PSB, Kwitansi pembayaran, Invoice tagihan, Surat izin, Surat peringatan, Surat keluar, dan lainnya. Pilihan ini menentukan data apa yang bisa disisipkan dan tidak bisa diganti setelah dibuat.
- Beri nama dan pilih ukuran kertasMisalnya "Surat keterangan santri aktif", kertas A4 atau F4/Folio.
- Pilih "Mulai dari""Contoh siap pakai" sudah berisi kop, judul, isi, dan tanda tangan; tinggal disesuaikan. "Kop surat saja" untuk menyusun dari awal.
- Klik "Buat dan ubah"Layar penyusun terbuka: daftar bagian di kiri, pratinjau di kanan.
Menyusun bagian dokumen#
Dokumen tersusun dari bagian-bagian yang bisa ditambah, dinaikkan, diturunkan, atau dihapus.
- Kop surat
- Kepala surat. Pilih jenisnya di bagian berikut.
- Judul
- Judul surat, misalnya SURAT KETERANGAN.
- Paragraf
- Isi surat. Bisa rata kiri, tengah, kanan, atau rata kiri-kanan.
- Teks Arab
- Basmalah atau kutipan Arab, ditulis kanan ke kiri.
- Daftar data
- Baris label dan isi, misalnya Nama : (nama santri). Klik "Tambah baris" untuk menambah.
- Tabel rincian
- Untuk kwitansi dan invoice: baris tagihan terisi otomatis lengkap dengan total.
- Gambar
- Logo tambahan atau gambar lain, ukuran kecil sampai selebar halaman.
- Tanda tangan
- Tempat dan tanggal, jabatan, dan nama penanda tangan.
- Jarak kosong
- Ruang kosong di antara bagian.
Menyisipkan data otomatis#
Di paragraf atau daftar data, klik tombol "Data" lalu pilih datanya: nama santri, nomor induk, kelas, nama wali, nama pondok, tanggal hari ini, nomor surat, dan field tambahan pondok. Di pratinjau, data tampil sebagai kotak hijau dan diganti data asli saat dicetak.
Memilih jenis kop#
Klik bagian Kop surat, lalu pilih "Jenis kop".
- Otomatis dari profil pondok
- Logo dan nama dari Pengaturan › Tampilan & logo, ditambah alamat dan kontak yang Anda ketik.
- Logo dan teks sendiri
- Untuk yayasan atau lembaga dengan logo berbeda.
- Gambar kop utuh
- Unggah kop surat yang sudah jadi (PNG/JPG/WebP, lebar disarankan 1.600 piksel ke atas).
- Kop surat (Persuratan)
- Memakai kop yang diatur di Komunikasi › Surat keluar, tab Pengaturan, bagian Kop surat: kop tiap lembaga dan kop yayasan.
Tanda tangan, stempel, dan QR#
Klik bagian Tanda tangan, lalu pilih "Cara tanda tangan".
- Manual (tanda tangan basah)
- Ruang kosong untuk ditandatangani setelah dicetak.
- Gambar tanda tangan
- Tanda tangan hasil pindai dicetak langsung. Pakai PNG berlatar transparan.
- QR verifikasi
- Setiap cetakan mendapat kode QR baru yang bisa dicek keasliannya oleh siapa pun.
- Stempel
- Gambar stempel dicetak menimpa area tanda tangan; PNG transparan disarankan.
Mengaktifkan dan mencetak#
- Periksa pratinjauPastikan kop, isi, dan tanda tangan sudah benar.
- Centang "Aktif untuk dicetak" lalu simpanTemplate aktif muncul di menu Cetak dokumen pada data yang sesuai. Setiap perubahan tercatat di audit log.
- Cetak dari dataBuka data santri (atau tagihan, pembayaran, izin, dan seterusnya), klik "Cetak dokumen", pilih template, isi nomor surat bila perlu, lalu klik "Cetak".
Template dan kop per lembaga#
Admin lembaga bisa menyimpan template dan kopnya sendiri, misalnya kop MTs dan kop MA berbeda. Atur kop tiap lembaga di Komunikasi › Surat keluar, tab Pengaturan, bagian Kop surat (klik "Ubah kop" pada lembaganya). Pola nomor surat diatur di tab yang sama, misalnya {SEQ:3}/{KODE}/{LEMBAGA}/{BULAN}/{YEAR}.
Masih bingung? Chat tim Santrinesia lewat tombol WhatsApp di pojok halaman.