Studi kasus
Studi kasus PSB
Setiap pondok menerima santri baru dengan aturannya sendiri. Inilah kasus yang sering ditemui dan cara Santrinesia menanganinya.
Program Tahfidz dan Reguler punya biaya, berkas, dan tes yang berbeda.#
Tiap gelombang menawarkan program dan jalur, masing-masing dengan biaya, dokumen wajib, komponen tes, dan kuotanya sendiri.
Kuota Tahfidz penuh, pendaftar ingin pindah ke program kedua.#
Pendaftar memilih program berurutan. Bila pilihan pertama penuh atau tidak lulus, seleksi lanjut ke pilihan berikutnya.
Yang diterima mengundurkan diri; kursinya untuk cadangan.#
Kursi ditawarkan ke cadangan berperingkat teratas, lalu ke berikutnya bila ditolak atau lewat batas waktu.
Tidak lulus Tahfidz, tetapi cocok di Reguler.#
Panitia menawarkan program lain, dan keluarga menerima atau menolaknya dari halaman status pendaftaran.
MTs hanya menerima usia 11 sampai 14 tahun.#
Batas usia per gelombang dihitung pada tanggal acuan. Pendaftar di luar batas ditolak saat mendaftar.
Tes hanya untuk yang sudah membayar formulir.#
Jadwal tes menunggu biaya pendaftaran lunas. Panitia tetap bisa menjadwalkan seseorang secara manual.
Kamar diberikan setelah uang muka daftar ulang lunas.#
Kamar rencana ditahan, lalu diisi otomatis begitu uang muka lunas. Daftar ulang juga bisa dicicil sesuai aturan biayanya.
MI, MTs, dan MA membuka pendaftaran sendiri-sendiri.#
Tiap lembaga punya tautan pendaftaran sendiri yang hanya menampilkan gelombangnya.
Masih bingung? Chat tim Santrinesia lewat tombol WhatsApp di pojok halaman.