Studi kasus

Studi kasus PSB

Setiap pondok menerima santri baru dengan aturannya sendiri. Inilah kasus yang sering ditemui dan cara Santrinesia menanganinya.

Untuk: Panitia PSB dan admin± 7 menit

Program Tahfidz dan Reguler punya biaya, berkas, dan tes yang berbeda.#

Tiap gelombang menawarkan program dan jalur, masing-masing dengan biaya, dokumen wajib, komponen tes, dan kuotanya sendiri.

Kuota Tahfidz penuh, pendaftar ingin pindah ke program kedua.#

Pendaftar memilih program berurutan. Bila pilihan pertama penuh atau tidak lulus, seleksi lanjut ke pilihan berikutnya.

Yang diterima mengundurkan diri; kursinya untuk cadangan.#

Kursi ditawarkan ke cadangan berperingkat teratas, lalu ke berikutnya bila ditolak atau lewat batas waktu.

Tidak lulus Tahfidz, tetapi cocok di Reguler.#

Panitia menawarkan program lain, dan keluarga menerima atau menolaknya dari halaman status pendaftaran.

MTs hanya menerima usia 11 sampai 14 tahun.#

Batas usia per gelombang dihitung pada tanggal acuan. Pendaftar di luar batas ditolak saat mendaftar.

Tes hanya untuk yang sudah membayar formulir.#

Jadwal tes menunggu biaya pendaftaran lunas. Panitia tetap bisa menjadwalkan seseorang secara manual.

Kamar diberikan setelah uang muka daftar ulang lunas.#

Kamar rencana ditahan, lalu diisi otomatis begitu uang muka lunas. Daftar ulang juga bisa dicicil sesuai aturan biayanya.

MI, MTs, dan MA membuka pendaftaran sendiri-sendiri.#

Tiap lembaga punya tautan pendaftaran sendiri yang hanya menampilkan gelombangnya.

Masih bingung? Chat tim Santrinesia lewat tombol WhatsApp di pojok halaman.